Menyongsong Kebangkitan atau Kebinasaan Umat (Islam)

Tidak pernah ada orang yang menyadari jika saat ini sebenarnya kita berada dalam kegelapan jaman modern, beruntung saya pernah membaca dari sebuah buku saku yang dibeli seorang teman, karena saya memaksa dia untuk membeli (karena saya tidak punya uang) tentang ramalan Nostradamus ( Peramal dari Perancis yang hidup 500-an tahun yang lalu). Nostradamus menuliskan tentang akan datangnya jaman kegelapan selama 40 (empat puluh) tahun. Dari situ saya menelusuri dan merenungi jejak sejarah dan akhirnya menyadari bahwa saat ini kita sebenarnya masih berada dalam jaman kegelapan. Atau bisa dibilang kembali tenggelam ke dalam jaman kegelapan. Beruntung saya lahir ketika masih ada secercah cahaya, saya masih mengenyam pendidikan budi pekerti di sekolah dasar. Masih percaya tentang dosa dan siksa serta berkah dan pahala. Sempat menganut dan mendapat pendidikan agama Kristen, serta mengenal Kitab Taurat berisi
10 Perintah Allah. (The Ten Commandments).

Saat ini sebenarnya pula kita berada dalam kondisi selemah-lemah iman, berdiam diri menyaksikan kemungkaran berlalu-lalang di depan mata kita. Mulai dari sex bebas, dan kehamilan diluar nikah, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, korupsi dan segala macam bentuk kejahatan. Dan kita hanya terbengong-bengong, tanpa bisa berbuat apa. Hal ini merujuk pada sebuah hadist yang mengatakan : Jika kau melihat kemungkaran hendaklah kau berbuat (mengatasi) dengan tanganmu, jika tidak mampu maka hendaklah dengan lisan, dan jika ternyata tidak mampu pula, hendaklah hatimu tidak menyukai akan hal itu, dan itu adalah kondisi selemah-lemah iman. (saya menulis hadist ini hanya berdasar ingatan, tanpa mengutip dari sumber aslinya karena sudah lupa di mana asalnya). Hadist ini telah disalahgunakan sekelompok orang dengan mengaku sebagai golongan beraliran keras, dengan semena-mena dan serta merta berdalih mengatasi kemungkaran. Padahal Islam yang seharusnya tidak demikian. Islam tidak mengajarkan mengatasi kemungkaran dengan kemungkaran juga.

Penting bagi saya mengutip Surah At Taubah 39 (QS 9 : 39)
Jika kamu tidak berangkat berperang (berjihad, berjuang di jalan Allah), niscaya Allah akan menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan akan digantikannya kamu dengan kaum yang lain, dan hal itu adalah mudah bagi Allah. Dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(sekali lagi surah ini telah disalahgunakan dan dijadikan alasan bagi sebuah golongan sebagai doktrin menjadi teroris, menjadi pelaku bom bunuh diri, dlsb dengan alasan berjihad di jalan Allah).

Kita adalah generasi terakhir dari umat Muhammad. Pecaya atau tidak percaya dengan kenabiannya, suka atau tidak suka dengan dia, sebagai manusia yang hidup di jaman ini adalah termasuk umat Muhammad. Khususnya adalah bagi umat Islam.

Sekitar tahun 1400-an Hijriah, telah dicanangkan sebagai Abad Kebangkitan Umat (Islam) tapi hingga saat ini tak pula kunjung tiba, tetapi justru tenggelam dalam kegelapan jaman modern. Karena apa ? Orang disibukkan dengan perkara halal-haram, mencari dan membuat berbagai aliran atau madzab yang dianggap benar, perkara-perkara fiqih yang seharusnya diberlakukan sebagai pedoman atau petunjuk jalan, tetapi orang justru sibuk dengan berdebat dan adu pendapat tentang petunjuk jalan tersebut.

Seharusnya, …
hanya dengan syahadat yang benar (sebagai rukun Islam pertama) orang sudah mampu menembus pintu makrifat !!!

Perkara fiqih tidak akan habis dipelajari dan diamalkan untuk seumur hidup.

Mulai saat ini, adalah tugas anda dimulai dari diri sendiri kemudian secara bersama-sama memperjuangkan Kebangkitan Umat (Islam), tidak hanya dengan menengadahkan tangan hanya nyadhong, memohon dan berdoa, hingga kebangkitan umat akan jatuh dari langit. Bahwa sesungguhnya awal terbentuknya Islam harus diperjuangkan bahkan dengan mengorbankan banyak nyawa.

Di sini, saya tidak hendak berlaku sebagai pemberi peringatan atau sebagai ustadz atau imam dan segala macam sebutan lain, saya adalah manusia yang telah terlahir kembali dengan bebas.

BORN FREE !!!

Saya telah menyerahkan kembali amanah yang seandainya ternyata dijaman azali sebagai orang yang telah begitu bodohnya mau menerima amanah yang telah ditawarkan kepada langit dan gunung-gunung, yang mereka enggan menerimanya, tetapi ada seorang manusia yang begitu bodohnya mau menerima amanah tersebut, jika ternyata orang itu adalah saya, maka saya telah menyerahkan kembali amanah tersebut kepada Sang Maha Kuasa, bahwa saya sebagai manusia tidak akan mampu seorang diri menunaikan amanah. Dan yang ke dua saya telah mengembalikan tugas dan kewajiban shalat saya, bahwa saya tidak mampu melakukan shalat seperti yang dilakukan Muhammad. Shalat sebanyak lima waktu atau 17 rakaat. Dan saya berpedoman sesuai yang ditulis dalam Al Quran, bahwa shalat adalah 5 kali sehari semalam, artinya 2 rakaat subuh dan 3 rakaat maghrib, sudah cukup untuk menggugurkan kewajiban shalat.

Di sini, saya hanya sekedar mengamalkan perintah untuk saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, seperti yang tertulis dalam surah Al-Ashr, serta berusaha menjadi terang dunia dan garam dunia sesuai ajaran Kristen. Dan itupun saya tidak menyatakan sebagai kewajiban bagi saya tetapi semau dan semampu saya.

Jika ada yang tidak berkenan dengan prolog dari blog saya ini, atau sekedar ingin protes terhadap tulisan ini, saya mengajak anda untuk mulai berpikir dan berani menuangkan pemikiran, setuju atau tidak setuju, silakan tinggalkan komentar dengan klik di sini.

Baca juga: Mengakhiri Jaman Edan