Teknologi menterjemahkan hal yang ghaib.
Handphone dengan teknologi wireless dan bluetooth sanggup menterjemahkan teknologi komunikasi ghaib jarak jauh bernama telepati, yang sekarang ini mustahil dilakukan orang, karena sarana dan prasarana sudah tidak tersedia. Orang sudah tidak ada yang mampu menguasai teknologi telepati. Ilmunya sudah punah karena tidak pernah diajarkan secara turun temurun. Serta laku untuk menguasai telepati adalah sangat berat. Orang harus suci hatinya untuk dapat menguasai komunikasi jarak jauh teknologi alam ghaib ini.
Semoga pahala melimpah yang tak putus-putus dilimpahkan bagi Graham Bell, pencipta telephone, Morse pencipta telegraph. Penemu logam tembaga bahan baku utama pembuat kabel, loudspeaker dan microphone, Thomas Alfa Edison penemu lampu, dan semua orang yang telah bekerja keras sepanjang hari, penemu dan pencipta yang turut ikut andil dalam penciptaan handphone.
Orang sekarang ini tidak perlu bersusah payah tirakat dengan laku yang berat untuk dapat berkomunikasi jarak jauh dengan kerabat dan saudaranya. Cukup pencet tombol-tombol dan angkat handphone ke telinga, orang-orang sudah dapat berkomunikasi dengan orang lain diseluruh penjuru dunia.
Internet memungkinkan orang berkomunikasi jarak jauh dan dapat melihat wajah lawan bicaranya, meski jarak teramat jauh memisahkan. Dengan teknologi videocall dan voicecall. Dan gratis pula. Orang hanya cukup membayar ongkos akses internet saja.
Dengan telepati orang harus mampu “menghadirkan” wajah lawan bicaranya dengan kemampuan imajinasinya. Tidak semua orang dapat melakukan hal ini. Bahkan jika sekarang ini ada orang mengaku bisa telepati, secara medis dianggap mengalami gangguan jiwa, karena dikira sedang mengalami halusinasi.





